|
TCP adalah protokol yang connection-oriented, reliable, memiliki flow control dan congestion control. Sementara UDP connectionless, tidak reliable, tidak memiliki flow control dan juga tidak mempunyai congestion control. Tentu tidak sulit dipahami mengapa kita membutuhkan TCP, karena dengan connection-oriented protocol ini menyajikan transportasi yang reliable. Pengirim dapat memastikan bahwa data yg dikirimkan ke penerima diterima dengan baik tanpa kehilangan data, tiba dalam urutan yang benar, dan tidak ada duplikasi. Ketika data tidak sampai dengan benar pada penerima, data akan dikirim ulang oleh penerima. Dan jika kondisi tidak memungkinkan, pengiriman akan diterminate oleh si pengirim. Lantas, apa gunanya protocol UDP yg connectionless dan unreliable itu ? Pada kenyataannya, tidak semua applikasi peduli akan data loss. Kadangkala si pengirim tak peduli apakah kirimannya sampai atau tidak di penerima. Yg penting bagi si pengirim adalah bahwa dia telah mengirim data. Apakah betul ada applikasi yang demikian ? Tentu saja ada, salah satu contohnya adalah applikasi broadcast. Pada applikasi berjenis ini, si pengirim mengirimkan data pada banyak penerima pada waktu yg bersamaan. Dan si pengirim tidak peduli apakah si penerima menerima data itu dengan baik atau tidak. Sebagai analogi, anggaplah pengirim itu statiun televisi yang memancarkan siarannya. Pemancar Televisi membroadcast siarannya dan bisa ditangkap oleh televisi-televisi yang memantau pada frekwensi si stasius tersebut. Namun apakah si stasiun televisi tahu siapa saja yg menghidupkan televisi dan memantau siarannya ? Apakah si pemancar akan mematikan stasiunnya jika dia tahu bahwa tidak ada yg memantau siarannya ? Tentu saja tidak. Si pemancar tidak peduli apakah ada yg memantau siarannya atau tidak, siarannya tetap saja ditayangkan. Selain reliabilitas data (toleransi akan kehilangan data), apa saja sih faktor-faktor yg patuh dipertimbangkan untuk memilih transport protokol yang tepat untuk menyajikan sebuah applikasi ? Faktor-faktor tersebut adalah: - Ketepatan waktu - Kelenturan Bandwith Beberapa applikasi tidak terlalu sensitif terhadap ketepatan waktu, namun applikasi yang lain sangat sensifit terhadap waktu. Applikasi Internet Telephony adalah salah satu applikasi yang peka terhadap ketepatan waktu sehingga membutuhkan jitter dan delay yang rendah. Jitter yang besar akan membuat kejernihan suara menjadi terganggu, sementara delay yg panjang akan membuat pembicaraan menjadi tidak menarik dan membuat pengguna menjadi emosi. Bayangkan saja kalau anda berbicara di telpon dengan seorang teman dan terjadi delay yg panjang. Bisa jadi anda melucu dan berharap si teman tertawa ternyata dia baru tertawa 2 menit kemudian. Apa nggak bikin BT tuh ? Demikianlah kiranya catatan kuliah saya tentang transport protokol yang intinya adalah penjelasan tentang jenis-jenis transport protokol dan faktor apa saja yg harus diketahui oleh pembuat aplikasi untuk memilih protokol yang sesuai. |
| Leave a Comment: |